Minggu, 12 Januari 2020

Pilihan

Katanya hidup itu adalah pilihan. Kehidupan itu gajauh dari yang namanya pilihan. Dari namanya aja udah ketauan "pilihan" berarti harus milih satu aja. Banyak pilihan dalam hidup yang ngebingungin. Salah satunya misalnya "lulus sekolah mau jadi apa?" "Ambil kuliah dimana? Jurusannya apa?" Buat nentuin masa depan nanti kaya gimana. Nentuin pilihan itu gak gampang, harus dipikirin dulu bener bener. 

Hidup aku sekarang mungkin salah satu dari banyak pilihan yang aku gak ambil. Banyak banget kesempatan sebenernya, yang gak aku dapetin juga (yang gak didapetin mah namanya bukan kesempatan ya haha). Banyak banget kekecewaan apalagi cobaan ya namanya juga idup yekan. Seneng terus gaenak, dikasih cobaan pamrih, manusia emang hehe. Tapi yang pasti aku yakinin, pilihan sekarang ini adalah sesuatu yang baik. Karena aku pikir hidup aku udah jadi jauh lebih baik dari sebelumnya, semoga aja.

Mungkin ada beberapa pilihan yang udah diambil itu bisa berdampak pada sesuatu yang lain. Entah sesuatu yang baik atau justru yang parahnya ya buruk. Aku ada di posisi pada pilihan berdampak buruk tersebut. Awalnya aku pikir it's gonna be okay tapi ternyata salah, buyar semua hancur, engga deh tapi kita blm hancur hehehe. Ibarat nasi udah jadi bubur, mau diudahin juga gabakal ngerubah apa apa, jd ya jalanin aja semua hal yang udah dipilih. 

Dibalik pilihan yang menentukan masa depan. Ada banyak pilihan sepele tapi gatau jawaban nya apa, susah gitu buat jawab karena bingung juga. Contohnya "mau jalan kemana?" "mau makan apa nih?" Jadi jawabannya cuma "terserah kamu" wkwkkwkwkw. Pasti banyak cewek cewek atau cowok cowok diluar sana yang kaya gitu, apalagi pasangan kalo udah jalan dan makan entah bingung mau apa.

Satu hal lagi, dari semua pilihan yang ada dan mungkin emg gaada pilihannya wkwkwk. Aku milih kamu, sebenernya bukan memilih atau dipilih ya, lebih tepatnya berjalan gitu aja gak sengaja. Tapi terimakasih sudah hadir, bikin warna warni dikehidupan

Bye.
Semoga besok di umur yang lebih tua bisa jadi seseorang yang lebih baik lagi, Aamiin.

Sabtu, 02 Februari 2019

Seiring waktu.

Waktu terus berjalan seperti roda sepeda yang berputar. Bedanya, roda sepeda bisa berputar mundur tapi waktu engga bisa. Terus berputar kedepan walaupun kita terhenti tetapi waktu tetap berputar.

Seiring waktu berjalan, merubah semuanya. Merubah wajah kita, merubah penampilan kita, merubah gaya kita, bahkan merubah perasaan dalam diri kita. Seiring waktu berjalan semua orang selalu berharap berjalan sesuai dengan harapan. Tapi pada kondisi yang sebenarnya gak semua harapan mengarah pada kenyataan. Dan gasemua yang nyata itu menyedihkan. Tapi yang aku tau pasti semuanya sudah diatur oleh tuhan.

Kita bebas untuk berencana, kita bebas untuk memilih, kita bebas untuk melakukan apa pun yang kita mau. Takdir bisa dirubah asal ada kemauan. Kemauan untuk bergerak, kemauan untuk tumbuh dan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Seiring waktu berjalan, aku belajar. Bahwa dunia yang ada ini sangat menakutkan bagi beberapa orang, sangat menyenangkan bagi beberapa orang, sangat menghangatkan bagi beberapa orang dan sangat kejam bagi beberapa orang. 

Bagi ku, dunia aku sungguh kejam keras luar biasa. Tapi dunia yang kejam ini telah tersamarkan oleh kehangatan, rasa sayang, rasa cinta dari orang orang sekitar. Seiring waktu berjalan, semua rasa itu tumbuh dan campur beraduk. Menyeimbangkan kekerasan dunia dengan cinta dan kasih sayang. Baik yang mereka berikan atau yang aku berikan kepada mereka.


Mereka itu adalah keluarga ku, sahabat-sahabat ku. Ditambah satu orang lagi yaitu kamu.

Senin, 10 September 2018

pernyataan tanpa respon

Dalam situasi tertentu banyak orang yang gak suka pernyataan dilanjutkan dengan pertanyaan lagi, tetapi dalam situasi lain kebanyakan orang mengharapkan pernyataan tersebut dipertanyakan lagi dan terus menerus apalagi samasama saling tanya dan menanyakan, jawab dan menjawab yang mana dapat dikatakan kedua belah pihak mendapatkan feedback nya! Kyaaaa...

Dari survey tapi gak survey juga, beberapa laki - laki yang bertanya tapi ketika dijawab terkadang mereka tidak merespon balik padahal dibalik jawaban yang mereka pertanyakan itu terkadang sangat di pikirkan baik baik oleh seorang perempuan, yang mana diharapkan pernyataan tersebut dapat membuat percakapan mereka semakin bertambah banyak dan banyak terus haha. Tapi nyatanya tidak kedua belah pihak merasakan hal yang sama. Mungkin setiap org samasama pernah mengalami posisi sebagai laki-laki dan perempuan itu bukan? Entah saat berbicara dengan gebetan, pacar, orang tua bahkan teman sekalipun kadang merasa seperti itu. 

Bagi ku, pernyataan yang seharusnya mendapatkan respon tetapi "tidak" mendapat respon dapat membuat org kecewa lho. Terlebih jika dia sedang bercerita. Kecuali memang jika hanya menjawab pernyataan dengan kata 'iya' 'oke' 'siap' 'sama-sama' atau bahkan dengan hanya sebuat tawaan 'haha' 'wkwk' itu lah pernyataan yang seharusnya tidak ada pertanyaan lagi. Dengan kata lain, mereka sudah bosan atau memang sedang malas untuk berkomunikasi atau yang lebih parahnya gamau ngobrol sama lo hahaha miris.

Tapi biasanya orang yang tidak merespon balik alias nyuekin dikemudian hari menyesal dan merespon melebihi yang sudah kita lakukan lhooooo... tp sayangnya gasemua orang seperti itu jadi jangan banyak banyak ngarep deh. Makanya berharap sama Allah aja biar gak sakit hati hehehe. 

Selamat berjuang untuk orang-orang diluar sana yang sedang mengejar seseorang dengan pertanyaan dan menunggu pernyataan atas pertanyaannya. Nahlho bingung.... 

Bye hv nice monday🔫



Senin, 20 Agustus 2018

Bicara

enam huruf yang sangat bermakna. Sesuatu yang harus dilakukan untuk menghilangkan kecurigaan. Sesuatu hal yang perlu diutarakan untuk mencapai kedamaian. Sesuatu hal yang perlu di sampaikan untuk mengetahui hal penting. Tapi kadang orang malu, kadang orang memiliki ego masing masing untuk bertahan pada pendirian. Padahal belum tentu pendirian nya itu benar, belum tentu semua hal sudah diketahui olehnya.

Seperti kita yang selalu berbicara dalam dunia maya, tapi tak pernah berbicara di dunia nyata. Setiap kali ku muncul di dunia maya, dirimu menyapa, menyapa hati ku yang sepi, mengetok mengetok seolah ingin masuk dan berlari sampai diujung. Tetapi pada akhirnya pesan ku kau abaikan. Kemudian kau muncul di dunia maya, berbalik lah aku yang menyapa, bercanda gurau bersama, tertawa sampai lupa yang namanya luka dan sepi. Namun lagi lagi kau abaikan. Lalu diriku muncul lagi dan kau mulai menyapa lagi. Apakah kita memang selalu ingin bicara? Atau memang hanya sekedar ingin karena kejenuhan malam yang ada? 

Apakah masih ada rasa yang dulu pernah tertanam. Atau kah hanya sebatas teman biasa. Entah la ku tidak tau yang terjadi. Tapi yang pasti setiap kata yang kamu balaskan itu membuat jantungku semakin berdetak kencang, entah apa yang ku rasakan. Tetapi aku bahagia, walau hanya sesaat aku selalu bahagia atas pesan pesan mu yang sangat berharga. Terimakasih untuk mu luka yang pernah kau berikan, dan luka yang aku balikan tapi setelah kita masing-masing sendiri, malah membuat ku semakin dan semakin ingin bersama. Mari kita bicarakan ini agar samasama mengerti dan tidak salah pengertian. Tapi ku tak bisa untuk bertanya. Ah sudahlah ku tidak berharap banyak.


Goodnite, kamu yang membuat hati ini kembali bersinar saat padam.

Light.

Cahaya menyinari malam ku yang gelap. Membuat jalanan yang terlihat menyeramkan menjadi indah untuk dipandang. Bahkan tanpa menggunakan kacamata pun sudah terlihat kilauan yang indah menakjubkan mata ini. Betapa bahagianya aku yang hanya melihat cahaya itu dikesunyian malam yang dingin. Betapa terpesona nya aku. Andai aku bisa menjadi cahaya yang bersinar terang diantara gelapnya malam. Membuat orang-orang disekitar yang melihat menjadi terpesona, membagi kebahagiaan bersama yang tak ternilai harganya. 

Tetapi lambat laun ku sadari, cahaya yang indah itu lama kelamaan akan menjadi redup dan semakin meredup hingga akhirnya padam. Cahaya itu tak bisa bertahan lama, jika ingin bertahan cahaya itu harus mengganti sesuatu yang ada pada dirinya, entah itu baterai atau yang lainnya. Karena cahaya itu bukan matahari yang memiliki sinarnya sendiri, bukan juga bintang yang terlihat kecil dari bumi tapi sangat berkilau. 

Begitu pula hidup. Di dalam hidup harus menjadi cahaya yang bersinar baik di siang atau di malam hari yang gelap. Tetapi cahaya itu harus beranjak berjalan berlari berpindah, tidak menetap di satu tempat saja. Hidup itu harus terus berjalan, bergerak maju. Seperti perahu yang berlayar di lautan, entah kapan akan berlabuh entah dipelabuhan mana tapi yang pasti pelabuhan itu adalah tempat terbaik untuk berlabuh.


Semoga malam mu tak segelap malam yang aku bayangkan.

Senin, 14 Mei 2018

Luka dan Bahagia

Jika aku ingat kejadian kejadian di masa lalu. Semua itu masih teringat dengan sangat jelas di kepala ku ini dan kadang secara tidak sengaja merasuki ku dengan paksa tetapi untungnya aku berhasil mengusirnya dan tidak pernah mengganggu ku lagi. Luka itu terjadi bukan karena apa yg sudah kamu raih sekarang dan bukan karena apa yang sedang bersama kamu sekarang. Tetapi luka itu timbul akibat perkataan bohong mu yang aku sangat percaya tetapi semuanya dusta dan atas apa yg telah kita lakukan meskipun saat itu kita sudah selesai. 

Mungkin tetapi pasti ada sesuatu hal yang aku tidak tau saat itu dan juga ada sesuatu hal yang pacar mu tidak tau. Dia tidak tau pasti apa yang terjadi diantara kita. Tapi Allah itu punya cara apapun untuk membiarkan hambanya mengetahui ketidakbenaran itu, ketidakbaikan itu, kebohongan itu. Makanya aku tau dari seseorang yang aku kenal. Entah siapa yang harus aku percaya antara kamu, pacar mu dan dia. Tapi yang jelas saat itu aku sudah tidak percaya lagi dengan mu.

Jika kita membicarakan masa lalu itu tidak akan pernah kelar, percayalah. Karena masa lalu itu punya berjuta cerita dan kenangan yang mungkin gak akan pernah lupa apalagi masalah hubungan asmara. Seseorang tidak akan pernah terpikat jika tidak ada orang lain yang mencoba untuk memikatnya. Jika dia seorang wanita pasti dia tau itu kan? Aku sampai sekarang tidak tau mana kebenaran yang benar karena kamu tidak pernah mengatakan hal itu dengan benar. Tetapi jika kamu sekarang ingin mengklarifikasi soal itu, menurutku itu tidak perlu, karena hidup yang kamu jalani sekarang tidak lah penting untuk ku, setiap aktivitasmu bersama kekasih mu bukan hal yang perlu aku tau. Dan aku berharap tidak akan pernah bertemu dengan kalian secara langsung, tetapi ternyata kita pernah bertemu ya.

Aku percaya hidup yang kamu jalani sudah lebih baik seperti yang kamu blg padaku dulu. Tetapi ingatlah masa lalu itu tidak akan pernah hilang dan akan terus menghantui baik untuk mu, untuk ku dan untuk kekasih mu, mungkin itu sejenis pertanggung jawaban yang Allah berikan agar kita bisa jalani hidup ini dengan lebih baik dan tidak melakukan hal yang tidak baik. Hidup ku juga sudah jauh lebih baik, jika kalian mengira aku masih terpuruk dengan luka yang berat kalian ternyata salah. Mungkin itu aku beberapa bulan yang lalu. Tapi sekarang berbeda, aku punya banyak orang yang menyayangi ku dan aku baru merasakannya ketika kamu sudah pergi jauh dari hidup ku. Percaya lah aku tidak akan pernah mengganggu hidup mu kecuali kamu yang mengganggu ku. Tidak ada secuil pun rasa ini lagi untuk mu entah kenapa hilang begitu cepat saat diri ini terluka. Benteng ini sudah tinggi hampir mencapai awan dan aku harus terus menjaganya agar tidak runtuh, goyah dan hancur.

Kebahagiaan itu gak perlu dicari, dia pasti akan datang sendiri. Sama seperti seseorang, aku pun tidak mau mencari seseorang. Biarkan seseorang itu mencari ku dan menemukan ku diwaktu yang tepat. Allah pasti akan mempertemukan nanti. Untuk kekasih mu, jaga dirimu dan dirinya dengan baik, aku percaya kamu lebih baik dari semua pikiran jahat ku dan semua hal yang sudah aku ketahui dari orang lain. Jangan sampai kamu merasakan hal yang aku rasakan ya. Aku selalu berharap dan berdoa semoga semua orang yang aku sayang tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan beberapa bulan yang lalu, termasuk kamu. 

Aku sama sekali tidak membenci kalian, tidak perlu memaafkan dan tidak perlu meminta maaf. Karena hal itu sudah terjadi di masa lalu bukan masa sekarang, mungkin seharusnya jika ingin meminta maaf sudah sejak beberapa bulan yang lalu ya. Mungkin kamu baru merasakannya sekarang, biar lah itu menjadi sesuatu hal yang mengganggu mu:) kita sudah menjadi dewasa sudah berumur tua, buat ku cinta-cintaan bukan lah hal yang baru karena aku sudah merasakannya dari hal kecil maupun hal besar. Kamu beruntung memilikinya, karena aku tau dia org yg penyayang dan aku juga mungkin beruntung ditinggal olehnya, tetapi aku hanya belum menemukan keberuntungan itu. 

"Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana." - Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Mungkin aku seperti daun itu, biarlah aku jalanin semau ku asal masih ada Allah bersama ku.

Jumat, 01 September 2017

The End

Kini harus aku lewati
Sepi hari ku tanpa dirimu lagi......
Walau pedih hati,
Namun aku bertahan.

Halo, karena kisah ini dimulai dari sini dan mari diakhiri disini juga.
Kalo ibarat dongeng kisah ini udah abis tapi sayangnya gak berakhir bahagia kaya di dongeng. Mimpi yang udah kita buat semuanya hilang, janji yang udah kamu buat semuanya retak, harapan yang kita buat udah terbang, bahkan kisah yang udah kita bangun selama ini, semuanya udah selesai.
/doooooooooh lebay/

Engga terasa udah mau sebulan tapi rasanya hati ini masih tetep milik kamu, masih tetep ada kamu disini. Bahkan rindu ini masih terus ada setiap waktu. Udah hampir lima tahun kita bersama, lebih tepatnya empat tahun tujuh bulan dua puluh tiga hari... ya kamu udah mecahin rekor aku, rekor kamu juga. Kalo kata temen ku mah udah sampe mau lulus SD:')  Kamu segalagalanya yang pertama dalam hidup aku, dalam hampir 1/5 umur aku. Aku seperti orang bodoh disini, masih tetep dengan perasaan yang sama, sedangkan kamu udah berlari jauh ninggalin aku disini. Meski mengingat kamu membuat luka tapi itu indah banget buat aku inget terus. Aku selalu seneng inget momen momen kita bersama, dari awal kamu nembak aja udah membuat hati aku tersentuh dan emang lucu banget, sampe sekarang pun kamu masih lucu tapi mungkin udah berbeda ya dari kamu yang aku kenal dulu. Mungkin emang bener sayang kamu gak sebesar sayangnya aku. Tapi bagaimana bisa aku terus kaya gini, sampe kapan aku terus kaya gini. Aku sedih. Banget.

Lebih dari seribu malam aku lewatin bareng kamu. Cuma satu pertanyaan aku, apa kita berjodoh nantinya? Kalo emang iya kita pasti ketemu lagi. Tapi kalo emang engga, kenapa gitu kita ketemu kalo bukan karena takdir, toh aku masuk telkom karena keinginan ayah ku dan lulus dari telkom aku kuliah pindah jurusan. Banyak orang bertanya sama aku, kamu orang Tangerang aku orang Jakarta, ketemu dimana? Semoga aja ini bukan hanya sekedar harapku ya. Aku memang salah aku banyak berharap, tapi entah kenapa aku selalu berharap bahkan aku menginginkan diri kamu. Bukan obsesi bukan tapi karena rasa ini yang semakin lama tumbuh semakin besar. Maap yaallah.

Aku engga nyalahin kamu, semuanya emang udah diatur kaya gini. Tuhan mau kita menjadi lebih baik lagi. Cinta kita engga salah, sayang kita juga engga salah. Kata Pak Ustad cinta itu adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk kita, jadi itu emang gak salah. Hanya aja kelakuan kita aja yang salah. Kadang aku berpikir ya emang keputusan kamu sangat benar, tapi kadang aku berpikir lagi kenapa harus berpisah? Mungkin aku yang engga bisa atau belom bisa lebih tepatnya.

Aku gak pernah nyesel 1/5 umur aku habiskan sama kamu, dari awal yang kita backstreet, pacaran diem-dieman disekola, gapernah tegur sapa bahkan tersenyum pun engga. Dari yang belom kenal masing-masing orang tua, sampe jalan-jalan bareng keluarga kamu ke Ancol, aku kangen, pasti kamu juga kangen hehe. Sampe akhirnya kamu lulus, aku dateng ke wisuda kamu. Dan kamu ninggalin aku disini untuk kuliah di Malang, tapi bukan ninggalin selamanya...hubungan LDR yang kita jalanin. Menurut ku ya LDR sama kamu itu luar biasa, banyak orang bilang aku hebat, aku bisa LDR sama kamu, kamu yang genit orangnya hehe. Sampe akhirnya yang kita lakuin diawal 2017 ini, mungkin karena hal itu kita begini....

Banyak hal yang aku pelajarin dari kamu, kamu itu orang yang hebat, hebat banget bahkan bisa membuat aku jatuh cinta setiap harinya dengan cinta yang sama dari awal 2012 sampe sekarang ini. Pacaran sama kamu itu hal indah banget, kamu membuat diri aku seakan akan paling spesial dihidup kamu, dari hal kecil pun aku sangat menghargai momen itu. Kamu memberikan tanpa aku minta, aku baru kali ini menemukan sosok kaya kamu. Aku kehilangan banyak hal saat aku kehilangan kamu. Mulai dari teman spesial, gaada orang yang memberikan perhatian seperti kamu, gaada orang yang akan memberikan ucapan pagi dan malem yang ditambah loveyou dengan kiss and hug untuk aku, gaada orang yang memberikan poto selfi lagi monyong lagi, engga ada yang bisa aku spamin lagi, gaada yang dengerin aku curhat lagi sampe nangis nangis, gaada yang kasih aku hadiah lagi, gaada yang ajak aku jalan jalan lagi, gaada yang nganggep aku spesial lagi... rasanya tertawa ku pun gak sama lagi saat ini, rasanya kebahagiaan ku ada yang kurang gitu tanpa kamu.

Kalo aku terusin, tulisan ini bakal jadi panjang banget. Aku sekarang jadi suka menulis, karena cuma dengan cara ini aku bisa mencurahkan isi hati aku anjay. Bilang sama kamu? Gamungkin kamu aja udah gak sepeduli itu sama aku. Bilang sama orang lain? Gaada orang yang dengerin curhatan aku seperti aku curhat sama kamu, gak ada. Bahkan orang lain udah mulai muak dengerin curhatan aku tentang kamu. Apalagi kamu kali ya? Udah males ladenin aku he. Aku ngerti kamu butuh waktu untuk saat ini, aku ngerti kamu mau free. Selamat menjalani kehidupan masing masing, tetep jadi diri kamu sendiri yang luar biasa ya. Kalo diibaratkan, seperti perahu kertas yang sedang berlayar di air yang menyelusuri lautan.. entah kapan akan berlabuh, semoga saat berlabuh nanti, perahu kertas kita itu berlabuh di pelabuhan yang sama ya. Aku tunggu kamu disana, sampai ketemu nanti, amin. Aku sayang dan akan selalu sayang sama kamu, engga akan pernah aku lupain momen momen kita ini, gak akan pernah karena kamu itu yang terindah dan akan selalu jadi yang terindah. I promiseJ

"Setiap waktu yang ku habiskan dengan mu, bercahaya dicuaca yang bagus meski dicuaca yang buruk. Dan meski di cuaca yang tidak begitu bagus, aku sangat menyukai setiap momen ini apa pun yang terjadi."

Dan satu hal lagi "senyum mu tercermin dalam cahaya matahari yang bersinar sangat cerah" dan aku sangat menyukai itu.