Senin, 10 Agustus 2020

Aku ingin marah

Rasanya dunia yang buruk dan gelap kembali hadir. Entah dia datang padahal gak dipanggil, tapi entah suka pergi juga padahal gak diusir. Rasanya aku ingin sekali marah kepada dunia. Kenapa kebahagiaan hanya hadir untuk sementara. Memang, kebahagian masih kadang hadir disela sela, mengiri tawa hingga lupa apa itu kata sedih. Tapi tetap saja, aku merasa sedih. Dunia ini terasa kejam lagi, rasanya aku malu kepada diri sendiri yang tidak berguna. Rasanya aku mau kabur entah kemana sampai orang-orang memang lupa dengan ketidakberadaan ku.


Ah aku memang terlalu lebay. Terlalu perasa. Terlalu overthinking sama keaadaan. Terlalu banyak beban, berat seperti ditanggung sendirian. Terlalu banyak harapan yang diinginkan orang lain atas aku, sementara aku sendiri punya keinginan yang hanya sebatas angan. Mimpi, banyak mimpinya tapi tidak terkabul. Bukan tidak, mungkin belum. Aku hanya sedikit positif thinking haha.


Aku sangat ingin marah. Tapi boleh kah aku? Walau hanya sejenak. Padahal masih ada orang yang tidak seberuntung aku. Padahal masih ada orang yang hidupnya lebih sengsara daripada aku. Padahal masih ada orang yang lebih kekurangan daripada aku. Padahal masih ada orang yang untuk makan aja sulit. Padahal masih ada orang yang tidak punya tempat tinggal yang layak. Apakah masih boleh aku punya keinganan untuk marah? Apa mungkin aku hanya kurang bersyukur. 


Selamat malam dunia kegelapan, semoga lekas pergi.