Cahaya menyinari malam ku yang gelap. Membuat jalanan yang terlihat menyeramkan menjadi indah untuk dipandang. Bahkan tanpa menggunakan kacamata pun sudah terlihat kilauan yang indah menakjubkan mata ini. Betapa bahagianya aku yang hanya melihat cahaya itu dikesunyian malam yang dingin. Betapa terpesona nya aku. Andai aku bisa menjadi cahaya yang bersinar terang diantara gelapnya malam. Membuat orang-orang disekitar yang melihat menjadi terpesona, membagi kebahagiaan bersama yang tak ternilai harganya.
Tetapi lambat laun ku sadari, cahaya yang indah itu lama kelamaan akan menjadi redup dan semakin meredup hingga akhirnya padam. Cahaya itu tak bisa bertahan lama, jika ingin bertahan cahaya itu harus mengganti sesuatu yang ada pada dirinya, entah itu baterai atau yang lainnya. Karena cahaya itu bukan matahari yang memiliki sinarnya sendiri, bukan juga bintang yang terlihat kecil dari bumi tapi sangat berkilau.
Begitu pula hidup. Di dalam hidup harus menjadi cahaya yang bersinar baik di siang atau di malam hari yang gelap. Tetapi cahaya itu harus beranjak berjalan berlari berpindah, tidak menetap di satu tempat saja. Hidup itu harus terus berjalan, bergerak maju. Seperti perahu yang berlayar di lautan, entah kapan akan berlabuh entah dipelabuhan mana tapi yang pasti pelabuhan itu adalah tempat terbaik untuk berlabuh.
Semoga malam mu tak segelap malam yang aku bayangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar