Senin, 20 Agustus 2018

Bicara

enam huruf yang sangat bermakna. Sesuatu yang harus dilakukan untuk menghilangkan kecurigaan. Sesuatu hal yang perlu diutarakan untuk mencapai kedamaian. Sesuatu hal yang perlu di sampaikan untuk mengetahui hal penting. Tapi kadang orang malu, kadang orang memiliki ego masing masing untuk bertahan pada pendirian. Padahal belum tentu pendirian nya itu benar, belum tentu semua hal sudah diketahui olehnya.

Seperti kita yang selalu berbicara dalam dunia maya, tapi tak pernah berbicara di dunia nyata. Setiap kali ku muncul di dunia maya, dirimu menyapa, menyapa hati ku yang sepi, mengetok mengetok seolah ingin masuk dan berlari sampai diujung. Tetapi pada akhirnya pesan ku kau abaikan. Kemudian kau muncul di dunia maya, berbalik lah aku yang menyapa, bercanda gurau bersama, tertawa sampai lupa yang namanya luka dan sepi. Namun lagi lagi kau abaikan. Lalu diriku muncul lagi dan kau mulai menyapa lagi. Apakah kita memang selalu ingin bicara? Atau memang hanya sekedar ingin karena kejenuhan malam yang ada? 

Apakah masih ada rasa yang dulu pernah tertanam. Atau kah hanya sebatas teman biasa. Entah la ku tidak tau yang terjadi. Tapi yang pasti setiap kata yang kamu balaskan itu membuat jantungku semakin berdetak kencang, entah apa yang ku rasakan. Tetapi aku bahagia, walau hanya sesaat aku selalu bahagia atas pesan pesan mu yang sangat berharga. Terimakasih untuk mu luka yang pernah kau berikan, dan luka yang aku balikan tapi setelah kita masing-masing sendiri, malah membuat ku semakin dan semakin ingin bersama. Mari kita bicarakan ini agar samasama mengerti dan tidak salah pengertian. Tapi ku tak bisa untuk bertanya. Ah sudahlah ku tidak berharap banyak.


Goodnite, kamu yang membuat hati ini kembali bersinar saat padam.

Light.

Cahaya menyinari malam ku yang gelap. Membuat jalanan yang terlihat menyeramkan menjadi indah untuk dipandang. Bahkan tanpa menggunakan kacamata pun sudah terlihat kilauan yang indah menakjubkan mata ini. Betapa bahagianya aku yang hanya melihat cahaya itu dikesunyian malam yang dingin. Betapa terpesona nya aku. Andai aku bisa menjadi cahaya yang bersinar terang diantara gelapnya malam. Membuat orang-orang disekitar yang melihat menjadi terpesona, membagi kebahagiaan bersama yang tak ternilai harganya. 

Tetapi lambat laun ku sadari, cahaya yang indah itu lama kelamaan akan menjadi redup dan semakin meredup hingga akhirnya padam. Cahaya itu tak bisa bertahan lama, jika ingin bertahan cahaya itu harus mengganti sesuatu yang ada pada dirinya, entah itu baterai atau yang lainnya. Karena cahaya itu bukan matahari yang memiliki sinarnya sendiri, bukan juga bintang yang terlihat kecil dari bumi tapi sangat berkilau. 

Begitu pula hidup. Di dalam hidup harus menjadi cahaya yang bersinar baik di siang atau di malam hari yang gelap. Tetapi cahaya itu harus beranjak berjalan berlari berpindah, tidak menetap di satu tempat saja. Hidup itu harus terus berjalan, bergerak maju. Seperti perahu yang berlayar di lautan, entah kapan akan berlabuh entah dipelabuhan mana tapi yang pasti pelabuhan itu adalah tempat terbaik untuk berlabuh.


Semoga malam mu tak segelap malam yang aku bayangkan.